Rabu, 20 Februari 2008
DIDI PETET AKTING HINGGA AKHIR HAYAT
Cinta Mati Dunia Akting Hingga Akhir Hayat
Kemas Irawan Nurrachman - Okezone
Cinta menurut kamus adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut tanpa mengenal lelah.
Seperti halnya Didi Widiatmoko atau lebih d**enal dengan nama Didi Petet. Kecintaannya terhadap dunia akting memang tidak dapat diragukan lagi. Pasalnya, selama 30 tahun terjun di dunia ini, dirinya tidak pernah mengenal rasa letih ataupun jenuh.
“Tidak ada rasa bosan. Kalau cinta kayaknya segalannya akan saya berikan dan tidak ada akhirnya,” ujar pria kelahiran Surabaya ini.
Aktor serba bisa ini mengaku, mulai merasakan keahliannya sejak berumur 15 tahun. Hingga akhirnya, setelah lulus dari tingkat sekolah menengah atas (SMA) dirinya langsung kuliah di Institut Kesenian Jakarta jurusan teater.
“Orang yang paling berjasa dalam hidup saya adalah almarhum Harry Roesli. Karena dia menunjukkan jalan tentang bagaimana harus sekolah akting,” imbuhnya.
Didi menjelaskan, kekagumannya terhadap dunia akting, karena dirinya senang berada di atas panggung dan memerankan berbagai macam tokoh. Bahkan dirinya menganggap, semua pengalamannya merupakan anugerah terindah yang pernah didapatnya.
“Semua pengalaman saya sangat mengesankan. Sehingga, saya tidak bisa pecah satu per satu. Karena itu adalah dunia saya, jadi saya mau bermain bagaimanapun juga tetap menyenangkan,” kata dosen IKJ ini.
Sosok Didi, mulai d**enal masyarakat Indonesia sejak sukses membintangi tokoh ‘Emon’ dalam film remaja Catatan Si Boy. Tidak tanggung-tanggung, sangking larisnya film besutan Nasri Cheppy ini dibuat hingga lima sekuel.
Walaupun sudah terkenal, sosok Didi tetap terlihat cool dan santai. Didi bertekad, dirinya akan menjaga dan konsisten di jalur akting yang menjadi hobi dan sumber penghasilannya ini.
“Karena saya cinta dan cinta. Karena tanpa itu saya tidak bisa dan saya harus menjaganya,” tutur peraih Piala Citra pada FFI 1998 ini.
Kesibukan Didi dalam dunia acting, tidak menganggu keharmonisan keluarga. Didi menjelaskan, sesibuk apapun pekerjaannya, dirinya pasti meluangkan waktu bersama keluarga.
“Ya di bagi saja, bisa kok dibagi. Masih bisa, bahkan hamper setiap hari ketemu tidak ada masalah,” Tukasnya.
Didi mengakui, kesibukannya di dunia akting tidak dipermasalahkan keluarga. Bahkan, ketekunannya di dunia akting di akui oleh kedua orang tuanya.
“Sangat mendukung mulai dari orangtua, isteri, anak, dan banyak lagi yang mendukung. Dan mereka mengerti, saya mencintai pekerjaan ini,” tandasnya.
Didi pun berbagi ilmu bagaimana mempertahankan keharmonisan keluarga. “Saya mengalir saja dan tidak mengharuskan kiat-kiatnya seperti ini atau itu. Intinya masing-masing sadar tentang keberadaannya, saling menghargai, saling menghormati. Karena di atas segala-galanya adalah menghargai dan menghormati. Kayaknya kalau itu sudah terjalin, saya rasa tidak ada masalah,” paparnya.
Tak lupa Didi berpesan, jika ingin menjadi aktor ataupun aktris yang kunci utamanya adalah mencintai dunia yang d**erjakannya.
“Kalau pesan saya belajar, mencintai dan melakukan kegiatan tersebut. Karena kalau sudah mencintai, saya kira sudah mencakup semuanya,” tukasnya. (kem)
PENGERTIAN SASTRA
Sastra (Sansekerta शास्त्र, shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sansekerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās- yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu. Tetapi kata "sastra" bisa pula merujuk kepada semua jenis tulisan, apakah ini indah atau tidak.
Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.
Biasanya kesusastraan dibagi menurut daerah geografis atau bahasa.
Jadi, yang termasuk kedalam kategori Sastra adalah :
-
Novel
-
Cerita / Cerpen (tertulis / lisan)
-
Syair
-
Pantun
-
Sandiwara / Drama
-
Lukisan / Kaligrafi
Sastra Nusantara
-
Sastra Bali
-
Sastra Batak
-
Sastra Bugis
-
Sastra Indonesia (Modern)
-
Sastra Jawa
-
Sastra Madura
-
Sastra Makassar
-
Sastra Melayu
-
Sastra Minangkabau
-
Sastra Sasak
-
Sastra Sunda
-
Sastra Lampung
Sastra Barat
-
Sastra Belanda
-
Sastra Inggris
-
Sastra Italia
-
Sastra Jerman
-
Sastra Latin
-
Sastra Perancis
-
Sastra Rusia
-
Sastra Spanyol
-
Sastra Yunani
Sastra Asia
-
Sastra Arab
-
Sastra Tiongkok
-
Sastra Ibrani
-
Sastra India Modern
-
Sastra Jepang
-
Sastra Parsi
-
Sastra Sansekerta
